Bermain Apa Adanya, Adanya Apa?

Saya yakin semua ibu di dunia ini selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Saya pun demikian, ingin sekali memberikan permainan maupun aktivitas aman dan nyaman yang terbaik untuk si kakak dan adik.
Kakak dan adik sedang diskusi, “Jadi habis ini kita mau main apa?”

Awalnya saya mengira untuk menstimulasi motorik dan kecerdasan si kakak dan adik, saya harus membelikan mainan yang mahal. Namun, setelah saya iseng-iseng memperhatikan sekitar ternyata justru ada banyak permainan dan aktivitas sehari-hari yang bisa melatih motorik dan sensorik si kakak-adik.

Iya dari sekedar pertanyaan, “Ini adanya apa ya yang bisa dibuat mainan?”
Lalu muncullah ide, “Ya sudah kita mainan apa adanya saja, yang penting aman dan nyaman.”
1. Bermain Penjepit Jemuran

Penjepit Jemuran

Sepele memang nampaknya, tapi tanpa sadar dengan mengajak kakak-adik bermain Penjepit Jemuran, saya bisa melatih motorik, terutama melatih kekuatan jari-jemarinya untuk menekan penjepit tersebut. Konon katanya hal tersebut kedepannya dapat bermanfaat melatih genggaman anak-anak ketika mulai menulis.

Permainan ini nggak kalah seru dengan permainan menyusun balok lo 😍

Selain itu, saat bermain jepitan, anak-anak jadi bisa mengembangkan imajinasinya dalam membuat suatu bentuk yang terbuat dari susunan penjepit jemuran tadi.
“Mam, tahu nggak ini apa?” Begitu tanya si kakak, setiap selesai menjepit-jepitkan jepitan menjadi satu bentuk.
“Ini bentuk pesawat mam… Tahu nggak mam? Jadi ini depannya pesawat… Ngenggg…” Celoteh si kakak.
2. Bermain Tendang Botol

Tendang Bola

Di rumah kebetulan kakak-adik sudah punya bola plastik. Lalu beberapa kali saya sering membeli air mineral dalam kemasan botol plastik. Nah, ketimbang botolnya dibuang mubadzir jadi saya kumpulkan lumayan bisa untuk bermain Tendang Bola dengan Sasaran botol.
Sebenarnya bisa dibilang permainan ini, semi sepak bola, semi bowling.
“GOAAAAAALLLLLL…” Begitu teriak kakak adik girang saat bola berhasil menjatuhkan susunan botol plastik yang tertata rapi di depannya. Loalahhh… Jadi yang benar GOAL apa STRIKE nih? 😂😂😂
Dari permainan ini kakak-adik bisa melatih ketangkasannya dan belajar fokus dalam menentukan sasaran bola. Selain itu kakak-adik juga bisa melatih keseimbangan saat salah satu kakinya menendang.
3. Bermain Sentil Tutup Botol

Sentil Tutup Botol

Nah, kalau yang ini modalnya hanya pakai tutup botol bekas saja. Lalu kakak dan adik akan berusaha menyentil salah satu tutup botol yang ada agar menyentuh dan menggerakkan tutup botol yang lainnya.
Terus apa manfaatnya kalau mainan yang terlihat remeh ini? Ternyata dengan berusaha menyentil tutup botol, kakak maupun adik berusaha untuk fokus agar jari-jarinya tepat menyentil sasaran. Jadi secara tidak langsung mereka melatih koordinasi otak dan jari-jari tangannya.
4. Bermain Cuci Sepatu dan Sandal
Sikat Sepatu dan Sandal
Tiba-tiba saya terinspirasi dari sepatu anak-anak yang kotor, akhirnya saya ajak anak-anak bermain air sembari mencuci sepatunya menggunakan sikat gigi bekas.

Sepele memang, tapi kalau dipikir-pikir dengan mengajak anak-anak mencuci sepatu secara tidak langsung mengajarkan anak-anak tanggung jawab atas kebersihan sepatu dan sandalnya.

Hal lainnya anak-anak juga melatih kekuatan tangannya saat menggunakan sikat gigi untuk menggosok sepatu mereka.
Tak sampai disitu, anak-anak juga akan melatih sensorik mereka saat meraba gelembung yang ada.
Yang paling penting mereka akan bahagia karena diijinkan bermain air.
5. Bermain Air Mancur di Taman Kota

Bermain Air Mancur di Taman Kota

Kalau yang satu ini kesukaan kakak adik nih. Mereka selalu semangat untuk bermain di taman kota sembari bermain air mancur.
Serunya mereka bisa bebas bermain dengan teman-teman sebaya yang ada disana. Sehingga mereka juga melatih rasa sosial mereka.
***
“Loh, anak-anak diajak main air terus memangnya nggak apa-apa?” Biasanya akan ada beberapa komentar seperti itu.
Kalau suami dan saya sejak awal sudah sepakat kami akan membebaskan anak-anak bermain apapun selama kami melihat permainan itu aman. Biasanya beberapa mainan yang kami anggap aman, yaitu mainan yang memiliki kriteria tidak beresiko melukai. Sehingga beberapa yang kami hindari adalah permainan yang melibatkan benda tajam atau yang bisa beresiko menimbulkan sengatan listrik.
Sedangkan untuk bermain air, kami tak pernah mempersalahkannya, karena kami percaya selama sistem kekebalan tubuh anak-anak dalam kondisi sehat, maka tidak akan ada masalah. Untuk bisa menjaga agar sistem kekebalan tubuh anak-anak tetap terjaga, maka kami selalu mengusahakan asupan bergizi.
Meski demikian tak dipungkiri beberapa kali anak-anak mungkin sedang dalam kondisi kurang fit. Seperti beberapa waktu lalu, setelah kakak adik pulang dari bermain air di taman kota, keesokan harinya tiba-tiba si kakak-adik badannya panas berjamaah.
Awalnya si kakak, lalu tak lama kemudian disusul suhu badan si adik yang juga ikut meningkat panas. Namun, saya berusaha tidak panik. Begitu juga dengan suami yang saya kabari lewat telepon, karena sedang di kantor.
Biasanya langkah pertama yang saya lakukan ketika badan kakak atau adik panas maka saya akan memberikan paracetamol. Ini seperti saran yang sering diberikan oleh dokter spesialis anak langganan kami, dimana untuk panas di hari ke-1 sampai ke-3 biasanya masih belum diperlukan tindakan khusus dengan pemberian antibiotik. Kecuali panas sudah berlangsung selama 3 hari lebih, maka sebaiknya anak-anak harus dibawa ke dokter untuk diperiksa dan biasanya akan dilakukan cek lab, untuk mengetahui penyebab panas tinggi yang tak kunjung reda tadi.
Seperti biasa kami memang sudah sedia obat penurun panas Tempra Syrup yang mengandung paracetamol. Tempra syrup memang menjadi salah satu obat penurun panas anak-anak andalan keluarga kami karena warna “purple”(ungu) merupakan warna favorit si kakak dan adik. Si adik pun sangat suka dengan rasa anggurnya. Bahkan saking sukanya, si adik sering iri jika si kakak minum Tempra Syrup ini, tetapi si adik tidak diberi.
“Oba’…oba’… dedek mana?” Begitu biasanya tanya si adik dengan logat cadelnya. Oalah dek… ini obat dikira vitamin kali ya… bentuk kemasannya menarik sih…
Untungnya tutup botol Tempra Syirup ini, sudah dilengkapi dengan sistem pengaman. Sehingga tutup botol tidak bisa dengan mudah dibuka oleh si adik, karena  untuk bisa membukanya kita harus menekannya terlebih dahulu, lalu sembari ditekan kita putar tutup botolnya kekanan.
Nah, kadang kan si adik sering kesel nih, kalau nggak berhasil buka botolnya. Tapi tenang saja, sekesal-kesalnya adik, saya tak perlu kuatir meski si adik membawa botol syirup tempra itu kesana kemari sambil heboh minta bukain. Sekalipun terjatuh dari pegangan si adik, botol Tempra Syirup ini aman karena terbuat dari botol plastik.
Sebagai tambahan, untuk menyesuaikan dosis obat yang dibutuhkan anak obat penurun panas tempra juga memiliki 3 varian berbeda, yang menyesuaikan usia anak-anak, sehingga kita tak perlu cemas dan bingung lagi tentang takaran dosis yang akan kita berikan untuk anak-anak, yaitu :
  • Tempra drop dengan rasa Anggur, untuk usia 0-1 tahun.
  • Tempra Syrup dengan rasa Anggur, untuk usia 1-6 tahun.
  • Tempra Forte dengan rasa Jeruk, untuk anak usia 6 tahun ke atas.

Berikut beberapa tips yang biasa saya lakukan saat si kakak atau adik panas adalah :
  • Tenang, berusaha tidak panik.
  • Memberi pakaian yang nyaman.
  • Memberikan minum yang banyak
  • Mengompres dengan menggunakan kompres hangat.
  • Membalurkan minyak telon ke seluruh tubuh.
  • Mengukur dan mengawasi suhu tubuhnya secara berkala.
  • Memberikan obat penurun panas, saat suhu tubuhnya mencapai suhu 38°C atau lebih.
Sebenarnya dikatakan panas jika suhu tubuh berada diatas 37,5°C, tetapi biasanya jika suhu anak-anak masih dikisaran 37,5°C dengan memberi minum yang banyak, mengompres dengan kompres hangat dan membalurkan minyak telon ke seluruh tubuh, sudah bisa menurunkan suhu panasnya.
Fungsi minyak telon sendiri sebenarnya hampir sama dengan kompres hangat, yaitu dengan memberi respon hangat dari luar tubuh, maka tubuh akan secara otomatis memberi sinyal kepada seluruh bagian untuk menurunkan suhu panas, demi mengimbangi suhu hangat yang datang dari luar tubuh.

Disclaimer : Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional

26 comments
  1. Bermain sentil tutup botol ini masa kecil saya banget. Inget betul sampe ngorek-ngorek sampah depan warung, nodong pembeli minuman botol untuk dimintai tutup botolnya juga. Haha… Mantebs nie ide bermainnya.

  2. Hihihi jadi inget. Dulu waktu kecil aku juga suka mainin jepit jemuran. Kujadiin lego. Bikin rumah2an, robot2an, macem2. Yang ada mamaku bingung jepit jemurannya berkurang terus 😀

  3. Buat anak-anak, main apa aja seru
    Gak harus mainan mahal, yang penting mereka bisa tertawa bersama apalagi didampingi orang tua, makin bahagia deh
    Lha wong Prema, ketemu kardus bekas aja udah kayak ketemu harta karun lho hihihi

  4. Sampe nyuci sepatu dan sandal pun bisa dibikin menyenangkan 🙂 salut buat para orang tua kreatif yang juga senantiasa menjaga kesehatan anak-anaknya.

    Lope

    omnduut.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like